Salahsatu keutamaan para ulama terdahulu adalah mereka sangat adil dalam menyampaikan ilmu. Tidak serta merta menyalahkan pun tidak mutlak membenarkan. “Para ulama kita sangat adil dalam menyampaikan ilmu. Misal al Hanafiyah, cucu Abu Bakar Siddiq. Beliau ditanya bagaimana hukumnya makmum yang tidak membaca al Fatihah? Beliau menjawab yang saya tahu ada sahabat membaca ada yang tidak. Kan adil namanya. Padahal Beliau sendiri tidak membaca. Tapi beliau menyampaikan demikian,” ungkap Peneliti Institut Pemikiran Islam (InPAS), Surabaya, Bahrul Ulum dalam INSISTS Saturday Forum “Metodologi Kritik Hadits Kontemporer”, Jakarta (25/2/17).Rabu, 01 Maret 2017
Adil dalam Menyampaikan Ilmu
Salahsatu keutamaan para ulama terdahulu adalah mereka sangat adil dalam menyampaikan ilmu. Tidak serta merta menyalahkan pun tidak mutlak membenarkan. “Para ulama kita sangat adil dalam menyampaikan ilmu. Misal al Hanafiyah, cucu Abu Bakar Siddiq. Beliau ditanya bagaimana hukumnya makmum yang tidak membaca al Fatihah? Beliau menjawab yang saya tahu ada sahabat membaca ada yang tidak. Kan adil namanya. Padahal Beliau sendiri tidak membaca. Tapi beliau menyampaikan demikian,” ungkap Peneliti Institut Pemikiran Islam (InPAS), Surabaya, Bahrul Ulum dalam INSISTS Saturday Forum “Metodologi Kritik Hadits Kontemporer”, Jakarta (25/2/17).Rabu, 22 Februari 2017
Tafsir Agama Memperkaya Sains
Bagaimana memadukan sains dengan
agama, sementara sains bicara 'bisa atau tidak', sedang agama bicara 'boleh atau tidak'? Menurut Dosen Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta dan Peneliti Tamu PUSAD Paramadina Jakarta, Zainal Abidin Bagir, bukan
hanya terkait kedua hal tersebut, timbul juga soal benar atau salah. “Baik
sains dan agama sampai satu tingkat tertentu bisa overlap; bicara juga soal
benar atau salah. Bicara soal alam ini seperti apa. Bagaimana kita memahami
alam, ” ungkapnya dalam INSISTS Saturday Forum: “Wacana Sains dan Agama”, Jakarta (18/2/17).
Senin, 23 Januari 2017
Wahyu Sebelum Akal
Islam liberal selalu bilang 'umat harus beragama secara rasional dan kritis terhadap wahyu'. Akal memang digunakan dalam memahami wahyu, tapi tidak lantas bisa menghakimi wahyu.
Langganan:
Komentar (Atom)
Adil dalam Menyampaikan Ilmu
Salahsatu keutamaan para ulama terdahulu adalah mereka sangat adil dalam menyampaikan ilmu. Tidak serta merta menyalahkan pun tidak mutla...
-
Salahsatu keutamaan para ulama terdahulu adalah mereka sangat adil dalam menyampaikan ilmu. Tidak serta merta menyalahkan pun tidak mutla...
-
[Dok. Wido Supraha] Kita ini sebenarnya pluralis. Kita ada 4 mazhab, lebih dari satu. Kenapa kita tolak? Apalagi istilah “pluralisme” ...

